
KOTA MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas capaian kinerja dalam 100 hari pemberantasan tindak pidana narkoba. Apresiasi tersebut ditujukan kepada Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, beserta seluruh personel. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri konferensi pers yang digelar di Medan. Pemerintah Kota Medan menilai upaya penindakan tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian disebut sebagai kunci keberhasilan.
Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan prioritas bersama. Ia menyebut berbagai kasus berhasil diungkap dalam kurun waktu 100 hari terakhir. Pengungkapan tersebut mencakup peredaran narkotika di sejumlah wilayah hukum Kota Medan. Langkah tegas aparat dinilai mampu mempersempit ruang gerak pelaku. Pemerintah kota memberikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut.
Kapolrestabes Medan memaparkan sejumlah capaian selama periode 100 hari kerja. Beberapa jaringan peredaran narkotika berhasil dibongkar melalui operasi intensif. Barang bukti narkotika dalam berbagai jenis turut diamankan. Penangkapan dilakukan di berbagai kecamatan yang teridentifikasi rawan. Proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan sesuai ketentuan.
Wali Kota menilai keberhasilan tersebut sebagai bentuk komitmen aparat dalam menjaga keamanan kota. Ia menegaskan bahwa peredaran narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, upaya penindakan harus terus diperkuat. Pemerintah Kota Medan siap berkolaborasi dalam program pencegahan dan rehabilitasi. Pendekatan preventif dan represif perlu berjalan seimbang.
Selain penindakan, kepolisian juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan masyarakat. Program edukasi digelar di sekolah, kampus, dan komunitas warga. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan risiko penyalahgunaan narkotika. Wali Kota mengapresiasi pendekatan komprehensif tersebut. Edukasi dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam melindungi generasi muda.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyatakan bahwa hasil kerja aparat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tingkat keresahan akibat peredaran narkoba disebut mengalami penurunan di sejumlah wilayah. Keamanan lingkungan menjadi lebih terjaga. Pemerintah kota menerima laporan positif dari masyarakat terkait kondisi tersebut. Hal ini menjadi indikator keberhasilan kerja bersama.
Kapolrestabes Medan juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan intensitas operasi. Wilayah yang dianggap rawan akan menjadi fokus pengawasan. Kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dan instansi terkait terus diperkuat. Pengawasan di jalur distribusi dan titik rawan transaksi semakin diperketat. Penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu.
Pemerintah Kota Medan mendukung upaya tersebut melalui kebijakan pendukung di tingkat daerah. Program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan pemuda digencarkan. Lingkungan yang sehat dan produktif diharapkan mampu mencegah keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba. Sinergi lintas sektor menjadi strategi utama. Kolaborasi ini diharapkan berkelanjutan.
Dalam konferensi pers, aparat juga memusnahkan sebagian barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus. Langkah ini dilakukan sesuai prosedur hukum. Pemusnahan menjadi simbol komitmen negara melawan peredaran narkoba. Wali Kota turut menyaksikan proses tersebut. Momen itu menjadi penegasan sikap tegas terhadap kejahatan narkotika.
Rico Waas menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam pengawasan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif melaporkan aktivitas mencurigakan. Pemerintah kota membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Dukungan publik menjadi faktor penting keberhasilan.
Kapolrestabes Medan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas penyelidikan. Teknologi dan intelijen dimanfaatkan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. Fokus tidak hanya pada pelaku lapangan, tetapi juga bandar dan pengendali jaringan. Upaya ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi. Penegakan hukum dilakukan secara profesional.
Apresiasi dari Wali Kota menjadi motivasi tambahan bagi jajaran kepolisian. Dukungan moral dan kebijakan dari pemerintah daerah dinilai memperkuat kerja lapangan. Koordinasi rutin antara Pemko Medan dan Polrestabes terus dilakukan. Evaluasi berkala digelar untuk memastikan efektivitas program. Transparansi menjadi bagian dari komitmen bersama.
Masyarakat Kota Medan menyambut positif capaian tersebut. Banyak warga berharap pemberantasan narkoba terus berlanjut secara konsisten. Lingkungan yang aman menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pemerintah kota berjanji menjaga keberlanjutan sinergi ini. Keamanan dan ketertiban menjadi prioritas pembangunan daerah.
Rico Waas menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen Pemko Medan dalam mendukung aparat penegak hukum. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin semakin solid ke depan. Pemberantasan narkoba dinilai sebagai perjuangan jangka panjang. Keberhasilan 100 hari menjadi pijakan untuk langkah berikutnya. Konsistensi dan kolaborasi akan terus dijaga.
Dengan capaian tersebut, Kota Medan menunjukkan keseriusan dalam memerangi peredaran narkotika. Apresiasi yang diberikan menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras aparat. Pemerintah dan kepolisian sepakat untuk terus meningkatkan kinerja. Harapannya, Medan menjadi kota yang aman dan bebas dari ancaman narkoba. Upaya berkelanjutan menjadi kunci menjaga masa depan generasi muda.
