
KOTA MEDAN – Wali Kota Medan menyampaikan apresiasi atas kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XXII Pengurus Daerah organisasi Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Medan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor MUI Kota Medan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Acara tersebut dihadiri para tokoh masyarakat, pengurus organisasi, serta sejumlah undangan.
Dalam sambutannya, Rico Tri Putra Bayu Waas menilai peran organisasi masyarakat sangat penting dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan. Ia menyebut Al‑Jam’iyatul Washliyah sebagai salah satu organisasi yang memiliki kontribusi nyata di Kota Medan. Organisasi tersebut dikenal aktif di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Kehadirannya telah memberi dampak positif bagi masyarakat.
Rico Waas menyatakan bahwa Al-Washliyah kerap memberikan pandangan yang objektif terhadap berbagai program pembangunan pemerintah kota. Menurutnya, kritik dan masukan dari organisasi masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah daerah membutuhkan perspektif dari berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.
Musyawarah Daerah ke-22 ini menjadi momentum penting bagi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan. Forum musyawarah juga menjadi sarana evaluasi terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya. Selain itu, kegiatan ini memperkuat konsolidasi internal organisasi. Partisipasi aktif anggota menjadi kunci keberhasilan program.
Acara pembukaan Musda digelar di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia Kota Medan. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai strategis sebagai pusat kegiatan keagamaan di kota tersebut. Kehadiran berbagai tokoh agama dan masyarakat menambah khidmat suasana acara. Musyawarah berlangsung dalam semangat kebersamaan.
Wali Kota menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sangat penting. Pembangunan kota tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Peran masyarakat sipil dan lembaga keagamaan menjadi bagian dari kekuatan sosial. Sinergi tersebut akan mempercepat kemajuan daerah.
Al-Jam’iyatul Washliyah sendiri memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan Islam di Sumatera Utara. Organisasi ini didirikan pada tahun 1930 dan berkembang pesat di berbagai daerah. Banyak sekolah dan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan organisasi tersebut. Kontribusinya terhadap pendidikan di Medan dinilai signifikan.
Rico Waas juga menilai organisasi tersebut konsisten menjaga nilai moderasi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam konteks kota yang multikultural seperti Medan, sikap tersebut sangat penting. Kerukunan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat harus terus dijaga. Organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam hal ini.
Dalam forum Musda, berbagai isu organisasi turut dibahas. Salah satunya terkait penguatan peran generasi muda dalam organisasi. Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu agenda penting. Hal ini bertujuan agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Pemerintah Kota Medan berharap hasil Musda dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju. Program kerja yang dirumuskan diharapkan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap pembangunan daerah juga diharapkan terus berlanjut. Pemerintah terbuka terhadap kerja sama yang konstruktif.
Rico Waas juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk menjaga persatuan dan stabilitas sosial. Menurutnya, kondisi masyarakat yang harmonis akan mendukung proses pembangunan. Ketika masyarakat solid, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih efektif. Stabilitas sosial menjadi fondasi utama kemajuan kota.
Para peserta Musda menyambut positif kehadiran Wali Kota dalam acara tersebut. Kehadiran pimpinan daerah dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap organisasi masyarakat. Dialog yang terbangun mencerminkan hubungan yang baik antara pemerintah dan organisasi keagamaan. Hal ini memperkuat semangat kolaborasi.
Musda XXII juga menjadi ruang strategis untuk merumuskan program penguatan dakwah dan pendidikan. Para pengurus diharapkan mampu merancang kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Peran organisasi tidak hanya terbatas pada kegiatan internal. Kontribusi sosial menjadi fokus utama.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Medan kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat. Ia mengapresiasi semangat pengabdian Al-Washliyah dalam membangun masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan.
Dengan terselenggaranya Musyawarah Daerah XXII ini, diharapkan organisasi Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Medan semakin solid dan progresif. Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat akan menjadi kekuatan dalam membangun kota. Kolaborasi yang baik diyakini mampu mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif. Kota Medan diharapkan terus berkembang dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
