
NIAS SELATAN – Kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ke Desa Hilimbowo Siwalawa, Kecamatan Lalowau, Kabupaten Nias Selatan, pada Sabtu (18/7/2026), diwarnai curahan hati warga setempat. Saat meninjau kondisi jalan yang rusak di desa tersebut, orang nomor satu di Sumatera Utara itu langsung disambut sejumlah keluhan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan warga adalah kelangkaan pupuk bersubsidi. Petani di kawasan tersebut mengaku kesulitan mendapatkan pupuk untuk mengolah lahan pertanian mereka, sehingga berdampak pada produktivitas hasil panen.
Selain soal pupuk, warga juga mengeluhkan kerusakan saluran irigasi pertanian yang hingga kini belum diperbaiki. Kondisi ini disebut turut menghambat aktivitas bercocok tanam masyarakat setempat, terutama pada musim tanam.
Tak hanya itu, lonjakan harga gas elpiji 3 kilogram atau gas melon juga menjadi sorotan warga. Di Desa Hilimbowo Siwalawa dan sekitarnya, harga gas bersubsidi tersebut dilaporkan mencapai kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya berlaku.
Rentetan keluhan ini muncul di sela-sela peninjauan Bobby Nasution terhadap ruas jalan yang rusak di Desa Hilimbowo Siwalawa. Kondisi infrastruktur jalan di wilayah ini memang menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam rangkaian kunjungan kerja gubernur ke Kepulauan Nias sepanjang Juli 2026.
Kunjungan ke Nias Selatan ini merupakan bagian dari program “berkantor di daerah” yang digagas Bobby Nasution sejak pertengahan Juli 2026. Melalui program tersebut, gubernur secara bergantian dengan Wakil Gubernur Sumut menyambangi wilayah Kepulauan Nias untuk meninjau langsung berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, hingga menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Berbagai keluhan warga Hilimbowo Siwalawa tersebut menjadi catatan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk ditindaklanjuti, seiring komitmen Bobby Nasution untuk mempercepat pembangunan di wilayah Kepulauan Nias yang selama ini kerap tertinggal dari daerah lain di Sumatera Utara.
