
MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi sosial yang digagas oleh masyarakat Kecamatan Medan Denai melalui dua program unggulan, yakni ANJELI (Aksi Ngumpul Jelantah untuk Berbagi) dan KUSALAM (Kumpul Uang Koin dan Sampah untuk Lansia dan Malnutrisi). Kedua program tersebut dinilai sebagai wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama sekaligus terhadap kelestarian lingkungan sekitar. Apresiasi tersebut disampaikan Rico dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan bersama warga setempat. Kehadiran kedua program tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Rico berharap inovasi serupa dapat terus tumbuh dan berkembang di berbagai kecamatan lain di Kota Medan.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Rico saat menghadiri kegiatan Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai (AKMD) yang digelar di Masjid Al Munawwaroh, Jalan Tangguk Bongkar, pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan jamaah yang berasal dari berbagai kelurahan di wilayah Kecamatan Medan Denai. Suasana pengajian berlangsung khidmat dengan diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an serta tausiah keagamaan yang disampaikan oleh penceramah yang hadir. Kehadiran Wali Kota Medan dalam kegiatan tersebut disambut antusias oleh seluruh jamaah yang hadir. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah kota dengan masyarakat Kecamatan Medan Denai.
Dalam sambutannya, Rico menegaskan bahwa program ANJELI dan KUSALAM merupakan bentuk nyata kepedulian sosial masyarakat yang patut menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Medan. Ia menilai kedua program tersebut tidak hanya berfokus pada aspek sosial semata, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, inovasi yang lahir dari inisiatif masyarakat seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan. Ia berharap semangat gotong royong yang tercermin dalam kedua program tersebut dapat terus terjaga di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Rico dengan penuh semangat di hadapan jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Rico kembali menegaskan bahwa kedua program tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia menilai program semacam ini mampu memberikan manfaat ganda, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, inovasi berbasis masyarakat seperti ANJELI dan KUSALAM perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program serupa di lingkungan masing-masing. Ajakan tersebut disambut baik oleh jamaah yang hadir dalam kegiatan pengajian tersebut.
Lebih lanjut, Rico menjelaskan mekanisme program ANJELI yang dinilai cukup sederhana namun memberikan dampak besar bagi masyarakat. Melalui program tersebut, minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai dikumpulkan dari rumah-rumah warga secara rutin oleh pengurus program. Minyak jelantah yang telah terkumpul kemudian dijual kepada pihak pengelola untuk didaur ulang menjadi produk yang bernilai ekonomis. Hasil penjualan minyak jelantah tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Mekanisme tersebut dinilai efektif dalam mengubah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Rico menilai program ANJELI turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Menurutnya, minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang sembarangan justru dapat menjadi sumber pendanaan bagi kegiatan sosial apabila dikelola dengan baik. Ia menilai program tersebut sekaligus menjadi bentuk edukasi lingkungan yang efektif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Denai. Rico berharap program serupa dapat direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di Kota Medan guna mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Harapan tersebut disampaikan Rico sebagai bentuk dukungannya terhadap program berbasis lingkungan yang digagas oleh masyarakat.
Selain ANJELI, Rico turut memberikan apresiasi terhadap program KUSALAM yang berfokus pada pengumpulan uang koin dan sampah untuk membantu kelompok lanjut usia dan penderita malnutrisi. Ia menilai program tersebut mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat Medan Denai terhadap kelompok rentan di lingkungan sekitar mereka. Menurutnya, pengumpulan uang koin dan sampah yang selama ini kerap dianggap remeh justru dapat menjadi sumber dana yang bermanfaat apabila dikelola dengan baik. Rico berharap program tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia turut mengapresiasi konsistensi warga dalam menjalankan program tersebut hingga saat ini.
Rico menegaskan bahwa program KUSALAM menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi karena menyasar kelompok yang rentan seperti lansia dan penderita malnutrisi. Ia menilai kelompok tersebut memerlukan perhatian khusus mengingat keterbatasan yang mereka miliki dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui program tersebut, masyarakat diajak untuk turut berkontribusi meskipun hanya melalui pengumpulan uang koin dan sampah rumah tangga. Rico menilai kontribusi kecil dari masyarakat tersebut dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan Rico sebagai bentuk dukungannya terhadap program sosial yang berpihak kepada kelompok rentan.
Dalam kesempatan tersebut, Rico turut mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk mencontoh semangat gotong royong yang telah ditunjukkan oleh warga Kecamatan Medan Denai melalui kedua program tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, program berbasis masyarakat seperti ANJELI dan KUSALAM menjadi bukti bahwa perubahan positif dapat dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar. Ia berharap semakin banyak inovasi sosial serupa yang dapat lahir dari inisiatif masyarakat di berbagai kecamatan lainnya. Ajakan tersebut disambut dengan antusias oleh seluruh jamaah yang hadir dalam kegiatan pengajian tersebut.
Kegiatan Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing. Rico menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan akan terus mendukung berbagai inovasi sosial yang lahir dari masyarakat, termasuk program ANJELI dan KUSALAM. Ia berharap dukungan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Medan yang lebih baik. Berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan harapan agar program-program serupa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas. Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inovasi sosial berbasis masyarakat demi kesejahteraan bersama.
