
MEDAN – Seorang pria bernama Heri ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun tanah di Jalan Sewindu, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Selasa (3/11/2026). Peristiwa tersebut sontak mengejutkan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Korban diduga terjebak akibat longsor yang terjadi saat ia hendak mengambil kabel bawah tanah. Kabar penemuan korban dengan cepat menyebar dan menarik perhatian banyak warga yang ingin menyaksikan proses penanganan di lokasi. Hingga berita ini disusun, pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti peristiwa tersebut.
Informasi mengenai kejadian itu diterima oleh pihak kelurahan sekitar pukul 09.00 WIB. Lurah Sei Putih Timur II, Zona Siregar, menyebutkan bahwa laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama petugas terkait. Petugas bergerak menuju lokasi guna memastikan kondisi korban serta mengamankan area sekitar. Warga yang berkerumun diminta menjauh agar proses penyelamatan tidak terganggu. Koordinasi lintas instansi pun dilakukan sejak awal agar penanganan berjalan cepat dan tepat.
Proses evakuasi korban berlangsung sulit karena posisi korban yang tertimbun di bagian pinggiran jalan dan berdekatan dengan saluran drainase. Kondisi tanah yang labil serta adanya genangan air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak memicu longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan tim. Setiap langkah evakuasi dilakukan dengan penuh pertimbangan dan perhitungan. Situasi tersebut membuat proses penyelamatan memakan waktu yang cukup lama.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kemudian melakukan pengeboran pada bagian atas drainase untuk membuka akses menuju titik korban tertimbun. Langkah tersebut ditempuh karena posisi korban sulit dijangkau secara manual. Setelah itu, petugas mendatangkan alat berat guna membongkar pinggiran jalan tempat korban tertimbun. Penggunaan alat berat dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menghindari risiko tambahan. Seluruh proses tersebut berlangsung di bawah pengawasan petugas dan disaksikan warga dari kejauhan.
Setelah proses evakuasi yang berlangsung selama beberapa jam, jasad korban akhirnya berhasil dikeluarkan sekitar pukul 14.22 WIB. Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut. Kehadiran ambulans di lokasi menjadi penanda berakhirnya upaya pencarian dan penyelamatan yang berlangsung sejak pagi hari. Sejumlah warga tampak menyaksikan proses pengangkatan korban dengan raut prihatin. Petugas memastikan area kejadian tetap steril hingga seluruh rangkaian evakuasi selesai.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Baru, Komisaris Polisi Bambang G. Hutabarat, membenarkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal, korban diduga terjepit akibat longsor dan terendam air. Keterangan tersebut menjadi gambaran sementara mengenai kondisi korban saat ditemukan. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat sementara. Pemeriksaan lebih mendalam masih diperlukan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Terkait dugaan bahwa korban hendak mencuri kabel bawah tanah, hingga kini hal tersebut masih sebatas dugaan awal yang belum dikonfirmasi secara resmi. Polisi masih mendalami latar belakang dan tujuan korban berada di lokasi kejadian. Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa kondisi tempat kejadian perkara. Aparat meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Kepolisian memastikan seluruh fakta akan disampaikan setelah proses penyelidikan rampung.
Peristiwa ini turut menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di sekitar saluran drainase dan galian, terutama saat kondisi tanah labil akibat curah hujan. Tanah di pinggiran jalan yang berdekatan dengan drainase rawan longsor sehingga berpotensi membahayakan siapa pun yang berada di dekatnya. Warga diimbau tidak beraktivitas di area galian atau saluran tanpa pengamanan yang memadai. Pemerintah setempat juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap titik-titik rawan di wilayahnya. Langkah pencegahan tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Di sisi lain, kejadian ini juga menyoroti persoalan keamanan fasilitas umum, termasuk kabel bawah tanah yang kerap menjadi sasaran tindak pidana pencurian. Masyarakat diimbau segera melapor kepada petugas apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas publik. Pengawasan bersama antara warga, pemerintah kelurahan, dan aparat dinilai dapat membantu menjaga keamanan lingkungan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan potensi gangguan terhadap fasilitas umum. Upaya ini sekaligus melindungi keselamatan warga dari risiko yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kejadian yang menewaskan Heri tersebut. Proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta di balik peristiwa ini dapat terungkap dengan jelas. Publik diharapkan menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pihak keluarga korban diharapkan mendapat pendampingan selama proses penanganan berlangsung. Perkembangan lebih lanjut terkait peristiwa ini akan terus dipantau oleh masyarakat Kota Medan.
