
TOKOBERITA.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Salah satunya melalui program Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru yang resmi diperluas pada tahun ini.
Salah satu fokus utama program tersebut adalah Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-IV atau Program Afirmasi, sebuah upaya khusus untuk membantu guru-guru yang telah lama mengajar namun belum memiliki gelar sarjana.
Data Kemendikdasmen menunjukkan bahwa terdapat sedikitnya 12.500 guru yang masuk kategori sasaran program afirmasi tersebut. Mereka tersebar di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, 3T, dan pedalaman.
Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan mutu tenaga pendidik. Banyak guru yang telah berdedikasi puluhan tahun, namun terhambat untuk melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi atau akses.
Untuk menyukseskan program afirmasi, Kemendikdasmen menggandeng 92 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia. Kerja sama ini memungkinkan proses kuliah lebih fleksibel dan mendukung kebutuhan guru.
LPTK tidak hanya menyediakan kelas reguler, tetapi juga menyediakan sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan waktu mengajar guru. Ada yang menggunakan blended learning dan sistem modular.
Selain itu, beberapa LPTK menyediakan kelas khusus akhir pekan agar guru tetap dapat mengajar tanpa hambatan. Ini menjadi salah satu poin penting keberhasilan program.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa program afirmasi sepenuhnya dibiayai negara. Artinya, guru tidak dibebani biaya kuliah, registrasi, maupun bahan ajar selama mengikuti program.
Pendanaan tersebut bertujuan menghapus hambatan ekonomi yang selama ini menjadi kendala utama peningkatan kualifikasi akademik tenaga pendidik.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyebut bahwa guru adalah garda depan pendidikan. Karena itu, peningkatan kualitas guru berarti peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Ia menambahkan bahwa dengan meningkatnya jumlah guru bergelar sarjana, sekolah-sekolah akan mendapatkan dampak langsung dalam hal profesionalisme dan kualitas pembelajaran.
Program afirmasi ini juga menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional, terutama menuju peningkatan standar kompetensi guru dalam Kurikulum Merdeka.
Para guru peserta program dilaporkan sangat antusias. Banyak di antara mereka yang sudah lebih dari 10 tahun mengajar, namun baru memiliki kesempatan untuk menyelesaikan studi sarjana.
Beberapa guru menyampaikan bahwa program ini membuka peluang besar untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan pedagogik, dan karier mereka di masa depan.
Kemendikdasmen berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga dapat segera kembali mengabdikan ilmu yang mereka peroleh kepada para siswa.
Selain program afirmasi, Kemendikdasmen juga menyiapkan peningkatan kompetensi berkelanjutan bagi guru melalui pelatihan, workshop, microlearning, dan pembinaan berjenjang.
Langkah ini dilakukan secara terstruktur untuk memastikan peningkatan kualitas tidak hanya berhenti pada gelar sarjana, tetapi terus berkembang.
Program afirmasi juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah, terutama wilayah dengan keterbatasan tenaga pendidik berkualifikasi tinggi.
Ke depan, Kemendikdasmen berencana memperluas jumlah sasaran program agar semakin banyak guru yang memperoleh kesempatan peningkatan kualifikasi akademik.
Dengan kolaborasi bersama 92 LPTK dan dukungan pemerintah, program afirmasi menjadi salah satu terobosan besar dalam memperkuat kompetensi guru di Indonesia.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus mendukung guru sebagai pilar penting pendidikan nasional yang berperan membentuk generasi unggul.
Program ini kini masuk tahap pelaksanaan dan dipantau secara berkala agar berjalan sesuai target selama masa studi seluruh peserta.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap mutu pendidikan Indonesia meningkat secara signifikan dan merata di seluruh daerah.
