
TOKOBERITA.COM – Medan, Selasa 25 November 2025Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Jembatan Titi Gantung, Medan Timur, Senin malam (24/11/2025). Dua pria yang sedang mabuk berat usai minum tuak terlibat cekcok hebat hingga berujung pada kematian salah satu di antaranya.
Korban, yang diketahui bernama Erik Dabuke berusia 59 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian leher dan punggung. Luka itu diduga kuat akibat tusukan pecahan kaca lampu.
Pelaku penusukan adalah BP, pria berusia 44 tahun yang merupakan teman minum korban. Keduanya dikabarkan telah menenggak tuak sejak pagi hari sebelum kejadian berlangsung.
Menurut keterangan saksi, awalnya mereka bernyanyi bersama sambil menenggak minuman beralkohol tradisional tersebut. Suasana yang semula riang perlahan berubah menjadi tegang ketika korban mulai memarahi pelaku.
Polisi menyampaikan bahwa pelaku merasa tersinggung karena terus-menerus dimarahi oleh korban. Di bawah pengaruh alkohol, emosi BP memuncak dan ia mengajak korban berduel di atas jembatan.
Kepada penyidik, pelaku mengaku kehilangan kendali setelah ucapan-ucapan korban membuatnya merasa dipermalukan. Ia kemudian menantang korban untuk menyelesaikan masalah secara fisik.
Saat keduanya tiba di atas jembatan Titi Gantung, pelaku disebut memecahkan bola lampu yang ada di lokasi tersebut. Pecahan kaca lampu itu kemudian dijadikan senjata mendadak oleh BP.
Dengan kondisi mabuk, BP menusukkan pecahan kaca tersebut ke tubuh korban sebanyak tiga kali, masing-masing mengenai bagian leher dan punggung. Korban langsung terjatuh dan tak mampu berdiri kembali.
Beberapa warga yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan. Namun pelaku yang panik mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian.
Upaya pelarian pelaku tak berlangsung lama. Polisi sektor setempat yang menerima laporan cepat dari warga langsung bergerak dan berhasil menangkap BP di kawasan tidak jauh dari lokasi.
Korban yang telah tersungkur tak sadarkan diri segera dievakuasi. Namun nyawanya tidak dapat tertolong karena luka tusuk yang cukup parah.
Tim Inafis Polrestabes Medan turut turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka menemukan pecahan kaca lampu yang diduga digunakan pelaku sebagai barang bukti utama.
Kasus ini langsung menjadi perhatian masyarakat sekitar Jembatan Titi Gantung, yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul santai warga. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang.
Kapolsek Medan Timur menjelaskan bahwa kejadian ini murni karena pengaruh alkohol dan emosi yang tidak terkendali. Ia mengimbau masyarakat agar bijak dalam mengonsumsi minuman beralkohol.
Pelaku kini diamankan di Polsek Medan Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman berat.
Keluarga korban telah diberi kabar dan saat ini sedang mengurus proses pemulangan jenazah. Mereka mengaku sangat terpukul atas kejadian memilukan tersebut.
Polisi juga mengingatkan bahwa konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu tindakan kekerasan, terutama ketika dibarengi emosi yang tidak stabil.
Kasus duel maut ini kembali menegaskan bahwa perselisihan kecil dapat berakhir fatal ketika alkohol sudah menguasai pikiran dan tindakan seseorang.
Penyelidikan lanjutan masih berjalan, namun polisi menegaskan bahwa motif utama pelaku adalah tersinggung karena ucapan korban saat keduanya berada dalam kondisi mabuk tuak.
