
TOKOBERITA.COM – Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyerukan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk memperluas layanan bus listrik ke wilayah aglomerasi. Wilayah yang dimaksud meliputi Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat, yang secara geografis dan ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan Kota Medan.
Menurut Sutarto, keberhasilan operasional bus listrik di Kota Medan dapat menjadi pijakan penting bagi pengembangan moda transportasi ramah lingkungan di daerah sekitarnya. Selama ini, program transportasi massal berbasis energi terbarukan di Medan mendapat sambutan positif dari masyarakat, baik dari sisi kenyamanan maupun efisiensi biaya.
Ia menegaskan bahwa transportasi umum yang modern dan berkelanjutan merupakan kebutuhan mendesak di wilayah perkotaan yang berkembang pesat. Tanpa integrasi transportasi lintas kabupaten/kota, masyarakat di daerah penyangga Medan akan tetap bergantung pada kendaraan pribadi, yang pada akhirnya menambah beban lalu lintas dan polusi udara.
Sutarto menilai, penerapan bus listrik di wilayah aglomerasi akan memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi emisi karbon, juga akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, sehingga memperlancar mobilitas penduduk yang bekerja atau beraktivitas di Medan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat merupakan daerah strategis yang memiliki potensi besar untuk mendukung keberhasilan program ini. Sebab, ketiga wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk yang signifikan dan aktivitas ekonomi yang dinamis.
“Kalau Medan saja sudah membuktikan keberhasilan bus listrik, mengapa daerah sekitarnya tidak kita kembangkan juga? Ini soal pemerataan layanan dan komitmen kita terhadap lingkungan,” ujar Sutarto.
Ia menambahkan, konsep transportasi massal yang terintegrasi akan lebih efektif jika diiringi dengan kebijakan tarif yang terjangkau bagi masyarakat. Hal ini penting agar bus listrik tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
Selain itu, keberadaan bus listrik di daerah aglomerasi juga akan mendorong penataan ulang rute transportasi umum. Rute yang tepat sasaran akan membuat perjalanan antarwilayah menjadi lebih singkat dan efisien, tanpa harus berganti moda transportasi berkali-kali.
Sutarto juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya listrik (charging station) yang memadai. Keberadaan infrastruktur ini akan memastikan keberlangsungan operasional bus listrik tanpa kendala teknis yang berarti.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan BUMN dalam penyediaan armada maupun fasilitas pendukung. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci percepatan pengembangan layanan bus listrik yang lebih luas.
Tak hanya itu, menurutnya, perlu dilakukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat di wilayah aglomerasi. Edukasi ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, agar mau beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.
Sutarto menegaskan, pengembangan transportasi berbasis listrik juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Hal ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mencapai target pengurangan emisi karbon sesuai komitmen internasional.
“Kalau kita serius, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial,” katanya. Ia menilai, peralihan ke transportasi ramah lingkungan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata di tengah krisis iklim global.
Wakil Ketua DPRD Sumut tersebut juga mengingatkan bahwa tanpa kebijakan yang progresif, wilayah aglomerasi akan terus menghadapi masalah kemacetan, polusi udara, dan biaya transportasi yang tinggi. Bus listrik dapat menjadi solusi praktis jika diterapkan secara konsisten.
Akhirnya, Sutarto menyampaikan harapan agar Gubernur Bobby Nasution dapat segera memprioritaskan program perluasan bus listrik ke Deli Serdang, Binjai, dan Langkat. Ia yakin, dengan perencanaan matang dan dukungan semua pihak, Sumatera Utara bisa menjadi contoh sukses transportasi ramah lingkungan di Indonesia.