
TOKOBERITA.COM — Sebuah video evakuasi bayi yang dilakukan menggunakan container box saat banjir melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, mengundang haru dan perhatian luas masyarakat. Kejadian tersebut terjadi di tengah kondisi banjir yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang bayi dievakuasi dengan hati-hati menggunakan container box plastik berwarna bening. Warga di sekitar lokasi membantu memastikan bayi tersebut tetap aman saat melewati genangan air yang cukup tinggi.
Aksi evakuasi tersebut dilakukan karena akses jalan sudah tidak dapat dilalui, terutama oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga terpaksa mengandalkan alat seadanya untuk menyelamatkan anggota keluarga, terutama yang masih bayi dan balita.
Video itu segera menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengungkapkan rasa haru sekaligus kecemasan melihat situasi darurat tersebut. Mereka memberikan doa agar warga Sibolga tetap diberi keselamatan.
Menurut laporan warga, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Sibolga sejak sore hingga malam hari. Volume air meningkat cepat dan mulai memasuki rumah-rumah warga.
Sejumlah kawasan dilaporkan terendam cukup parah, terutama daerah pemukiman yang berada di dataran rendah. Warga yang tinggal dekat aliran sungai menjadi yang paling terdampak.
Petugas BPBD dan aparat setempat telah turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Namun, tingginya debit air menjadi tantangan bagi tim penyelamat dalam melakukan penanganan cepat.
Beberapa warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang berada di wilayah lebih tinggi. Sementara itu, sebagian lainnya memilih bertahan sambil menunggu arahan dari pihak berwenang.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa terkait banjir tersebut. Namun, laporan kerusakan rumah dan barang-barang warga terus berdatangan.
Ketua RT setempat mengatakan bahwa evakuasi menggunakan container box merupakan pilihan paling aman dalam kondisi darurat. Ia mengingatkan warga agar tidak mengambil risiko berlebihan di tengah arus banjir.
Di sisi lain, pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada. Mereka memastikan bahwa bantuan dan peralatan evakuasi terus dikerahkan ke titik-titik terdampak.
Kondisi cuaca diperkirakan masih akan berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan. BMKG setempat mengingatkan kemungkinan peningkatan debit air di sejumlah wilayah.
Warga juga diminta menjaga anak-anak agar tidak bermain di sekitar banjir. Arus air yang tampak tenang bisa menjadi berbahaya sewaktu-waktu.
Selain itu, masyarakat diimbau memastikan instalasi listrik rumah dalam keadaan aman untuk menghindari potensi korsleting. Pemutusan aliran listrik sementara menjadi salah satu langkah antisipasi.
Relawan dan organisasi kemanusiaan daerah mulai bergerak memberikan bantuan berupa makanan, selimut, dan kebutuhan bayi. Mereka bekerja sama dengan aparat setempat untuk mempercepat distribusi.
Kondisi akses jalan juga menjadi perhatian utama karena beberapa ruas sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Hal ini menyulitkan proses pengiriman bantuan.
Warga berharap pemerintah segera menetapkan langkah-langkah penanganan yang lebih luas, termasuk kemungkinan pembukaan posko pengungsian tambahan.
Sementara itu, proses evakuasi lanjutan masih terus dilakukan untuk membantu warga yang rumahnya terendam hingga mencapai bagian kamar.
Aksi penyelamatan bayi menggunakan container box kini menjadi simbol solidaritas warga di tengah bencana. Banyak yang mengapresiasi keberanian dan kesigapan warga dalam menyelamatkan sesama.
Meski situasi masih belum stabil, warga Sibolga diharapkan tetap memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga. Aparat terkait terus melakukan monitoring untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Banjir yang belum surut menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus terus ditingkatkan. Warga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dan tidak panik menghadapi situasi.
