
KOTA MEDAN – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan resmi meluncurkan program Medan Rabu Walk-In Interview (RW). Program ini disebut sebagai inovasi layanan ketenagakerjaan yang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung. Kegiatan wawancara dilaksanakan rutin setiap hari Rabu. Lokasinya dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan.
Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada Rabu (4/3/2026). Acara berlangsung di Mal Pelayanan Publik Medan yang beralamat di Jalan Iskandar Muda. Kegiatan ini dihadiri unsur perangkat daerah, perwakilan perusahaan, serta para pencari kerja. Pemerintah kota menyatakan program ini sebagai salah satu terobosan pelayanan publik.
Medan Rabu Walk-In Interview dirancang untuk memangkas jarak antara perusahaan dan pencari kerja. Selama ini, proses rekrutmen kerap memerlukan waktu panjang melalui seleksi administrasi daring. Dengan sistem walk-in interview, pelamar dapat langsung bertemu dan diwawancarai oleh pihak perusahaan. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dan transparan.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi menekan angka pengangguran terbuka di Kota Medan. Pemerintah daerah menilai akses informasi lowongan kerja perlu diperluas. Melalui agenda rutin setiap Rabu, masyarakat dapat memperoleh kesempatan yang sama. Sistem terbuka ini diharapkan meningkatkan peluang kerja bagi warga.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor ketenagakerjaan. Ia menyebut inovasi pelayanan harus adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan. Program RW menjadi wadah konkret kolaborasi tersebut.
Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan menjelaskan bahwa perusahaan yang berpartisipasi telah melalui proses verifikasi. Hal ini bertujuan memastikan kredibilitas dan legalitas perusahaan. Dengan demikian, pencari kerja memperoleh jaminan keamanan dan kepastian informasi. Transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program.
Mal Pelayanan Publik Medan dipilih sebagai lokasi karena merupakan pusat layanan terpadu. MPP menyediakan fasilitas yang representatif dan mudah diakses masyarakat. Keberadaan berbagai layanan dalam satu gedung memudahkan koordinasi. Hal ini mendukung efektivitas pelaksanaan wawancara kerja.
Setiap pekan, perusahaan dari berbagai sektor dijadwalkan hadir. Sektor tersebut meliputi industri, jasa, perdagangan, hingga perhotelan. Variasi bidang pekerjaan memberikan peluang luas bagi pencari kerja dengan latar belakang berbeda. Program ini bersifat terbuka untuk umum.
Pencari kerja cukup membawa dokumen lamaran lengkap saat datang ke lokasi. Proses pendaftaran dilakukan di tempat tanpa biaya. Setelah registrasi, pelamar langsung mengikuti sesi wawancara dengan perwakilan perusahaan. Hasil seleksi awal biasanya diumumkan dalam waktu relatif singkat.
Pemerintah Kota Medan menyebut program ini sebagai inovasi pertama di Indonesia dalam format terjadwal mingguan oleh pemerintah daerah. Model ini berbeda dengan job fair yang biasanya digelar secara periodik tahunan atau insidental. Konsistensi setiap minggu menjadi nilai tambah. Dengan jadwal tetap, masyarakat dapat merencanakan keikutsertaan.
Program ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan kandidat secara cepat. Proses tatap muka memungkinkan penilaian langsung terhadap kompetensi dan karakter pelamar. Efisiensi waktu dan biaya rekrutmen menjadi keuntungan bagi dunia usaha. Sinergi ini diharapkan meningkatkan produktivitas ekonomi daerah.
Selain wawancara, Disnaker juga menyediakan layanan konsultasi ketenagakerjaan. Pencari kerja dapat memperoleh informasi terkait pelatihan, sertifikasi, hingga hak dan kewajiban tenaga kerja. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Edukasi menjadi bagian integral dari program.
Antusiasme masyarakat terlihat pada pelaksanaan perdana program RW. Sejumlah pencari kerja memadati MPP sejak pagi hari. Mereka berharap dapat memperoleh kesempatan kerja secara langsung. Situasi berlangsung tertib dengan pengaturan panitia.
Ke depan, Pemerintah Kota Medan berencana mengevaluasi pelaksanaan secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas dan jumlah penempatan kerja yang berhasil. Data tersebut akan menjadi dasar pengembangan kebijakan lanjutan. Program dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dengan peluncuran Medan Rabu Walk-In Interview, Pemko Medan menunjukkan komitmen dalam menghadirkan layanan publik yang inovatif dan responsif. Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pencari kerja dan perusahaan. Konsistensi pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan. Medan pun berupaya memperkuat posisinya sebagai kota yang proaktif dalam pengembangan ketenagakerjaan.
