
TOKOBERITA.COM – Sembilan bulan memimpin Kota Medan, Wali Kota Rico Waas kembali menyoroti persoalan banjir yang hingga kini belum menunjukkan titik terang. Masalah banjir yang telah menjadi keluhan puluhan tahun warga Medan, menurutnya, masih memerlukan pembenahan mendalam dan langkah yang lebih terukur.
Hingga saat ini, setidaknya 80 persen kecamatan di Kota Medan masih menghadapi genangan setiap kali hujan turun. Bahkan hujan dengan durasi singkat saja sudah cukup membuat air meluap hingga mencapai betis orang dewasa.
Rico menyampaikan kondisi tersebut usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Medan pada Senin, 17 November 2025. Di hadapan awak media, ia tak menutupi bahwa persoalan banjir merupakan tantangan terbesar pemerintahannya.
Ia menegaskan bahwa Pemko Medan masih terus mencari formulasi terbaik untuk menyelesaikan masalah yang sudah dianggap sebagai “luka lama” oleh masyarakat. Menurutnya, solusi yang dibutuhkan tidak dapat bersifat instan.
“Kami masih mencari apa solusi yang terbaik. Kami bongkar, kami lihat baik dan buruknya,” kata Rico Waas. Menurutnya, setiap kawasan di Medan memiliki kontur yang berbeda sehingga pendekatan teknisnya juga tidak bisa disamaratakan.
Keragaman kondisi geografis ini menjadi salah satu faktor mengapa penanganan banjir membutuhkan analisis yang lebih rinci. Ada wilayah yang membutuhkan normalisasi drainase, sementara daerah lain memerlukan peningkatan kapasitas sungai.
Tidak sedikit pula kawasan yang harus dibangun infrastruktur baru, seperti kolam retensi atau sumur resapan, untuk menampung debit air yang semakin meningkat akibat perubahan iklim dan pertumbuhan permukiman.
Rico memastikan bahwa seluruh opsi dan alternatif sedang dikaji secara menyeluruh. Pemerintah kota, menurutnya, tidak ingin mengambil langkah terburu-buru yang justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa kesabaran masyarakat mulai menipis. Setiap musim hujan datang, warga kembali dihantui kekhawatiran rumah tergenang dan aktivitas harian terganggu.
“Ini memang pekerjaan besar, tapi kami tidak tinggal diam,” ujar Rico. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan, termasuk dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait.
Selain masalah teknis, Rico juga mencatat adanya tantangan lain, yaitu perilaku masyarakat yang masih kerap membuang sampah sembarangan. Hal ini memperparah sumbatan di saluran air dan mempercepat terbentuknya genangan.
Pemko Medan berencana memperbanyak kegiatan edukasi lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif. Menurut Rico, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipation aktif warga.
Selain itu, perluasan kota yang pesat dalam dua dekade terakhir turut mengubah struktur saluran air yang ada. Banyak drainase lama yang kini tidak lagi mampu menampung debit air yang meningkat.
Rico menyebut bahwa pembaruan peta hidrologi kota diperlukan untuk membaca ulang alur air di seluruh wilayah. Peta ini akan menjadi dasar utama dalam merancang solusi jangka panjang.
Pemko Medan juga sedang mengkaji penerapan sistem manajemen banjir berbasis teknologi. Dengan sensor, pemantauan digital, dan peringatan dini, pemerintah dapat merespons titik-titik rawan lebih cepat.
Namun upaya modernisasi tersebut tentunya membutuhkan anggaran besar. Rico mengaku telah menyiapkan strategi pembiayaan dengan mengoptimalkan APBD dan membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta.
Meski progress belum signifikan, ia berharap masyarakat memahami bahwa penyelesaian banjir merupakan proyek besar yang tidak dapat diselesaikan hanya dalam hitungan bulan.
Rico berkomitmen menjadikan penanganan banjir sebagai prioritas utama selama masa kepemimpinannya. Ia pun berjanji untuk menyampaikan perkembangan secara berkala kepada publik.
Pada akhirnya, Rico menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menyerah menghadapi persoalan ini. Ia optimis, dengan analisis yang tepat dan kerja sama semua pihak, Medan dapat keluar dari masalah banjir yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Warga Medan pun berharap bahwa upaya terbaru ini bukan hanya janji, tetapi langkah nyata menuju kota yang lebih aman, nyaman, dan bebas genangan.
