
Gunungsitoli — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan di RSUD dr Thomsen Nias, agar masyarakat Kepulauan Nias dapat memperoleh pelayanan medis berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar pulau. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, saat meninjau langsung rumah sakit tersebut di Kota Gunungsitoli, Rabu (22/7/2026).
Dalam kunjungannya, Surya menyempatkan diri meninjau sejumlah fasilitas di RSUD dr Thomsen Nias, mulai dari ruang rawat inap hingga peralatan medis yang tersedia. Ia menilai rumah sakit tipe C tersebut sudah memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Kepulauan Nias.
Salah satu yang menarik perhatiannya adalah keberadaan alat pemindai CT Scan di rumah sakit tersebut. Menurutnya, alat tersebut sangat bermanfaat untuk membantu dokter memindai kondisi organ dalam pasien sehingga diagnosis dapat dilakukan dengan lebih akurat.
RSUD dr Thomsen Nias berlokasi di Jalan dr. Cipto Mangunkusumo Nomor 15, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Rumah sakit ini merupakan fasilitas kesehatan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang saat ini berada di kelas tipe C, dengan kapasitas sekitar 140 tempat tidur perawatan.
Fasilitas yang dimiliki cukup lengkap untuk ukuran rumah sakit daerah di kawasan kepulauan, meliputi 12 poliklinik spesialis, 19 tempat tidur ruang Intensive Care Unit (ICU), satu ruang hemodialisa (cuci darah) dengan 25 tempat tidur, serta empat kamar operasi. Rumah sakit ini juga dilengkapi area parkir bawah tanah (basement) yang mampu menampung puluhan kendaraan roda empat dan ratusan kendaraan roda dua.
Sebelumnya bernama RSUD Gunungsitoli, rumah sakit ini resmi berganti nama menjadi RSUD dr. M. Thomsen Nias pada 21 Januari 2021 berdasarkan Keputusan Bupati Nias, seiring dengan peresmian gedung pelayanan dan perawatan yang baru. Pembangunan gedung baru tersebut dibiayai oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai rumah sakit rujukan regional Kepulauan Nias, dengan masa pengerjaan empat tahun anggaran mulai 2017 hingga 2019, ditambah dukungan dana alokasi umum dari Pemerintah Kabupaten Nias pada 2020. Rumah sakit ini mengusung motto “Melayani, Mengasihi dan Menyembuhkan” dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Dari sisi layanan spesialis, RSUD dr Thomsen Nias menyediakan sejumlah layanan medik dasar seperti penyakit dalam, bedah umum, kesehatan anak, serta kebidanan dan kandungan, ditambah sejumlah layanan spesialis penunjang lain termasuk penanganan gangguan saluran pernapasan, rehabilitasi medik dengan terapi sinar dan stimulasi otot, hingga instalasi gawat darurat yang beroperasi 24 jam setiap hari.
Peninjauan RSUD dr Thomsen Nias ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wagub Surya ke wilayah Kepulauan Nias yang berlangsung sejak 20 hingga 25 Juli 2026. Kunjungan kerja tersebut diawali dengan penyambutan oleh Bupati Nias, Yaatulo Gulo, di Bandara Binaka Gunungsitoli pada Senin (20/7/2026), dan digelar menyusul kunjungan serupa yang sebelumnya juga dilakukan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, ke kawasan yang sama.
RSUD dr Thomsen Nias selama ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat di Kepulauan Nias, yang populasinya mencapai lebih dari 962 ribu jiwa tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Dari sembilan rumah sakit yang ada di Kepulauan Nias, RSUD dr Thomsen menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan cakupan layanan paling luas di wilayah tersebut, sekaligus menjadi tumpuan warga dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Nias yang membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut.
Selama ini, keterbatasan fasilitas kesehatan di Kepulauan Nias membuat rumah sakit-rumah sakit di wilayah tersebut menanggung beban layanan yang cukup berat, mengingat luasnya cakupan wilayah kepulauan dan jumlah penduduk yang terus bertambah. Sebagai gambaran, rumah sakit tipe C seperti RSUD dr Thomsen Nias idealnya hanya memiliki kapasitas 50–100 tempat tidur sesuai standar nasional, sehingga kapasitas 140 tempat tidur yang dimiliki RSUD ini justru melampaui standar minimum tipe C, mengindikasikan besarnya kebutuhan layanan di kawasan tersebut.
Pemprov Sumut, di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wagub Surya, dalam beberapa waktu terakhir memang gencar melakukan pembenahan infrastruktur kesehatan di Kepulauan Nias. Sebelumnya, Pemprov Sumut bersama Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) peningkatan kelas RSUD Pratama Nias Barat dari tipe D menjadi tipe C, serta RSUD Tafaeri di Nias Utara, sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terpencil, terluar, dan terdepan (3T).
Selain pembenahan infrastruktur dan alat kesehatan, Pemprov Sumut juga disebut berkomitmen mendukung pembiayaan pendidikan spesialis bagi putra-putri daerah asal Kepulauan Nias, dengan harapan rumah sakit di wilayah tersebut ke depan dapat dikelola oleh tenaga medis lokal yang profesional dan berkompeten, sehingga ketergantungan pada tenaga spesialis dari luar daerah dapat berkurang secara bertahap.
Penguatan layanan di RSUD dr Thomsen Nias sejalan dengan upaya Pemprov Sumut yang tengah gencar membenahi sektor kesehatan di Kepulauan Nias secara menyeluruh, termasuk peningkatan kelas sejumlah RSUD lain di wilayah tersebut, agar warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar pulau demi mendapatkan penanganan medis yang memadai.
