
TOKOBERITA.COM – Tapanuli Utara, 7 Desember 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa distribusi perangkat komunikasi satelit Starlink untuk mendukung penanganan bencana di Sumatera Utara telah mencapai kemajuan signifikan. Hingga saat ini, sekitar 70 persen dari total unit yang disiapkan telah dipasang dan berfungsi di berbagai titik terdampak.
Menurut Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, sebanyak 111 unit Starlink telah didistribusikan untuk memperkuat akses komunikasi di wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor. Bambang menjelaskan bahwa pemasangan perangkat ini sangat penting untuk memastikan koordinasi yang efektif di lapangan.
“Sejauh ini, lebih dari 70 persen perangkat telah dideploy dan digunakan, yang sangat membantu dalam memperlancar komunikasi antara petugas dan pusat komando darurat,” ujar Bambang dalam keterangan pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara.
Pemasangan Starlink difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur komunikasi akibat bencana. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa petugas di lapangan tetap dapat berkoordinasi dengan pusat komando, sekaligus mempercepat proses penyaluran bantuan.
Bambang menambahkan bahwa perangkat Starlink juga dimanfaatkan untuk mendukung komunikasi masyarakat di pengungsian, sehingga mereka tetap dapat berhubungan dengan keluarga di luar daerah.
Sisa perangkat yang belum terpasang saat ini sedang dalam proses distribusi ke lokasi-lokasi baru yang teridentifikasi membutuhkan akses komunikasi tambahan. Tim teknis dari BNPB, bersama dengan TNI, Polri, dan relawan, dikerahkan untuk mempercepat pemasangan di lapangan.
Dalam proses ini, BNPB memastikan bahwa setiap perangkat dipasang di titik-titik strategis seperti posko pengungsian, kantor pemerintahan sementara, dan area terisolasi. Upaya ini bertujuan agar tidak ada wilayah terdampak yang tertinggal dalam mendapatkan akses komunikasi yang memadai.
Penggunaan Starlink diharapkan dapat mengatasi kendala komunikasi yang sering muncul dalam situasi darurat, sehingga koordinasi antara berbagai pihak menjadi lebih efisien. Hal ini juga memungkinkan pengiriman laporan dan data secara real-time, yang sangat penting dalam penanganan bencana.
BNPB berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan bahwa seluruh perangkat Starlink berfungsi optimal, serta akan terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan perangkat ini di lapangan.
Selain itu, Bambang menegaskan bahwa dukungan teknologi ini akan terus dioptimalkan hingga tahap pemulihan, guna memastikan proses rehabilitasi wilayah terdampak berjalan dengan lancar.
Dengan tersalurnya 70 persen perangkat Starlink, BNPB optimistis bahwa penanganan bencana di Sumatera Utara akan semakin efektif, sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas normal.
Pemerintah pusat, melalui BNPB, juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memanfaatkan fasilitas komunikasi yang ada untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan.
Dalam upaya jangka panjang, BNPB berencana menjadikan teknologi komunikasi satelit sebagai bagian integral dari strategi mitigasi bencana nasional, untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Dengan demikian, diharapkan bahwa kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi akan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap bencana.
BNPB juga berjanji akan terus menyampaikan informasi terbaru mengenai perkembangan penanganan bencana kepada publik, sehingga transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah optimistis bahwa Sumatera Utara dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
