
Tokoberita.com – Asahan, kecelakaan tragis antara kereta api dan sebuah mobil di perlintasan kereta api Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Minggu (23/3/2025) pukul 12.30 WIB, menelan empat korban jiwa. Insiden ini langsung menjadi perhatian publik, termasuk pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara yang memberikan tanggapan terkait kejadian tersebut.
Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, memastikan bahwa tidak ada korban dari pihak kereta api dalam kecelakaan tersebut. “Kondisi awak KA dan seluruh penumpang kereta api selamat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu malam.
Lebih lanjut, As’ad menjelaskan bahwa perlintasan tempat kejadian bukan perlintasan resmi yang dijaga petugas. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika melewati perlintasan sebidang, terutama yang tidak memiliki palang pintu atau penjagaan resmi dari KAI.
Menurut laporan awal, kecelakaan ini terjadi ketika mobil yang ditumpangi para korban nekat melintasi rel tanpa memperhatikan datangnya kereta api. Akibatnya, tabrakan tidak dapat dihindarkan, dan mobil terseret beberapa meter sebelum akhirnya terhempas ke sisi rel.
Tim dari KAI segera melakukan evakuasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian serta tenaga medis setempat untuk menangani para korban. Sayangnya, keempat penumpang mobil dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat benturan keras.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan di perlintasan kereta api yang sering terjadi akibat kelalaian pengendara. KAI Sumut kembali mengingatkan bahwa setiap pengguna jalan harus mengutamakan keselamatan saat melintas di jalur kereta, terutama di perlintasan yang tidak dijaga.
“Penting bagi pengendara untuk selalu berhenti sejenak, menengok ke kiri dan kanan sebelum menyeberangi rel, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas,” tegas As’ad.
Pihak KAI juga menegaskan bahwa mereka terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan rambu-rambu peringatan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, kecelakaan ini kembali menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur perlintasan kereta api, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan. Banyak perlintasan sebidang di Sumatera Utara yang masih minim pengawasan, sehingga risiko kecelakaan tetap tinggi.
Menurut data dari KAI, kecelakaan di perlintasan sebidang umumnya terjadi akibat kelalaian pengguna jalan yang tidak mematuhi aturan keselamatan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi KAI dalam upaya mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan. Beberapa saksi mata telah dimintai keterangan guna memperjelas kronologi kejadian.
Masyarakat setempat berharap agar pemerintah lebih serius dalam menangani keselamatan di perlintasan kereta api, terutama dengan membangun palang pintu otomatis atau menempatkan petugas penjaga.
KAI sendiri terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait bahaya melintasi rel tanpa kehati-hatian. Kampanye keselamatan di perlintasan sebidang telah sering dilakukan, tetapi masih banyak pengendara yang mengabaikan risiko yang ada.
Dengan adanya kejadian ini, KAI Sumut kembali menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Diperlukan kesadaran dari seluruh pengguna jalan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.