
TOKOBERITA.COM – Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan Sumatera Utara. Eko Akbar Sukmana, Kepala Sekolah SD Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), berhasil menorehkan catatan istimewa dengan menjadi satu-satunya wakil dari provinsi ini yang lolos ke ajang pelatihan guru internasional APEC Learning Community Builders Program for Educators’ eXchange (APEX) 2025.
Ajang APEX merupakan program pertukaran dan pelatihan guru yang diinisiasi oleh APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation), dengan tujuan memperkuat kolaborasi dan inovasi pendidikan di kawasan Asia-Pasifik. Setiap peserta yang terpilih telah melalui proses seleksi ketat, baik dari segi kompetensi, dedikasi, maupun kontribusi dalam dunia pendidikan.
Keberhasilan Eko Akbar Sukmana ini tidak hanya membanggakan sekolah yang dipimpinnya, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Utara. Pasalnya, ia akan membawa nama daerah dan Indonesia dalam forum internasional yang dihadiri oleh pendidik-pendidik terbaik dari berbagai negara.
Dalam wawancaranya, Eko mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Menurutnya, kesempatan ini adalah amanah besar yang akan ia manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan dan membangun jejaring internasional di bidang pendidikan.
“Ini adalah kesempatan langka. Saya ingin membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang bisa diterapkan di sekolah, sekaligus berbagi dengan rekan-rekan pendidik di Sumatera Utara,” ujar Eko dengan penuh semangat.
Program APEX 2025 sendiri dirancang untuk memfasilitasi pertukaran ide, strategi pembelajaran inovatif, dan teknologi pendidikan mutakhir. Peserta akan terlibat dalam lokakarya, diskusi kelompok, kunjungan sekolah, hingga proyek kolaborasi lintas negara.
Eko menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan global yang memerlukan solusi kreatif dan kolaboratif. Oleh karena itu, ia optimis bahwa pengalaman yang didapat dari program ini akan menjadi modal berharga dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
SD Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang dipimpinnya memang dikenal sebagai sekolah yang aktif dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. Berbagai program berbasis teknologi dan penguatan karakter telah diimplementasikan untuk membekali siswa dengan keterampilan abad 21.
Keterlibatan Eko dalam APEX 2025 diharapkan akan semakin memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Apalagi, jejaring internasional yang terbentuk nantinya dapat membuka peluang kerjasama lintas negara.
Bagi Eko, menjadi peserta APEX bukan hanya tentang belajar, tetapi juga berbagi. Ia berencana mempresentasikan berbagai praktik baik (best practices) yang telah diterapkan di sekolahnya, seperti metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sehari-hari.
Selain itu, ia juga akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari sistem pendidikan di negara lain, terutama dalam hal pengelolaan sekolah, pengembangan kurikulum, dan strategi peningkatan kompetensi guru.
Dukungan penuh mengalir dari Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) dan para guru. Mereka berharap keberangkatan Eko menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus mengembangkan diri dan berani mengambil peluang di tingkat global.
Masyarakat Sumatera Utara pun turut memberikan apresiasi. Banyak yang melihat keberhasilan ini sebagai bukti bahwa putra daerah memiliki kemampuan bersaing di kancah internasional, asalkan dibekali dengan semangat belajar dan kerja keras.
Ajang APEX 2025 akan berlangsung di salah satu negara anggota APEC selama beberapa minggu. Para peserta akan tinggal dan belajar bersama, membentuk komunitas pembelajar yang saling mendukung dan menginspirasi.
Eko berharap, sekembalinya dari program ini, ia dapat menyebarkan semangat dan pengetahuan baru tidak hanya di sekolahnya, tetapi juga melalui pelatihan, seminar, dan diskusi bersama guru-guru di seluruh Sumatera Utara. Dengan begitu, manfaat dari program ini bisa dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Keberangkatan Eko Akbar Sukmana ke APEX 2025 adalah sebuah bukti bahwa pendidikan Indonesia memiliki talenta-talenta hebat yang siap berkontribusi di panggung dunia. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pendidik lainnya untuk terus berinovasi dan mengukir prestasi demi kemajuan pendidikan nasional.