
Tokoberita.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lonjakan penumpang yang signifikan pada Selasa, 2 Syawal 1446 H atau 1 April 2025. Tercatat sebanyak 11.662 penumpang menggunakan layanan kereta api di wilayah Sumatera Utara, menjadikannya sebagai puncak arus mudik balik selama masa angkutan Lebaran 2025.
Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut merupakan angka tertinggi yang tercatat selama periode Lebaran sejauh ini. Ia juga menyebut bahwa volume penumpang yang berangkat dari Medan maupun yang datang ke Medan masih cukup seimbang.
“Sejak awal periode angkutan Lebaran, jumlah penumpang terus meningkat, dan puncaknya terjadi pada 2 Syawal dengan total 11.662 penumpang,” ujar As’ad dalam keterangannya.
Menurutnya, rute yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah Medan–Rantau Prapat, Medan–Tanjung Balai, dan Medan–Siantar. Rute-rute ini merupakan jalur utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik setelah Lebaran.
Selain itu, layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi banyak pemudik karena dianggap lebih nyaman, aman, dan tepat waktu dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, seperti bus atau kendaraan pribadi yang kerap mengalami kemacetan di jalan raya.
“Kami melihat tren bahwa masyarakat semakin memilih kereta api sebagai moda transportasi utama mereka selama Lebaran, terutama karena kenyamanan, ketepatan waktu, dan harga yang relatif terjangkau,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Divre I Sumut telah melakukan berbagai langkah strategis. Di antaranya adalah menambah jadwal perjalanan, meningkatkan jumlah gerbong pada beberapa rute utama, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana kereta api selama masa angkutan Lebaran.
Selain itu, protokol keselamatan dan pelayanan juga ditingkatkan guna memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bagi seluruh penumpang. Tim dari KAI juga ditempatkan di berbagai stasiun untuk membantu kelancaran arus penumpang dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
Dari segi keamanan, KAI bekerja sama dengan aparat kepolisian serta petugas internal untuk memastikan bahwa perjalanan penumpang berlangsung tanpa kendala. Petugas keamanan disiagakan di setiap stasiun dan di dalam kereta guna mengantisipasi potensi gangguan selama perjalanan.
Salah satu penumpang, Rizky (34), seorang pekerja swasta yang mudik ke Kisaran, menyampaikan bahwa ia memilih kereta api karena lebih cepat dan nyaman dibandingkan dengan kendaraan pribadi.
“Kalau naik mobil atau bus, perjalanan bisa sangat lama karena macet. Tapi kalau naik kereta, lebih nyaman, tidak ada kemacetan, dan bisa istirahat dengan tenang selama perjalanan,” ujarnya.
Selain meningkatnya jumlah penumpang, KAI juga mencatat bahwa tingkat keterisian tempat duduk selama periode Lebaran hampir mencapai 100 persen di beberapa perjalanan utama. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi kereta api semakin tinggi setiap tahunnya.
KAI pun mengimbau masyarakat yang berencana bepergian menggunakan kereta api untuk memesan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan tiket, terutama di masa liburan panjang seperti Lebaran.
Di sisi lain, pemerintah daerah menyambut baik lonjakan penggunaan transportasi kereta api ini. Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Budi Santoso, menyatakan bahwa meningkatnya minat terhadap transportasi publik seperti kereta api menunjukkan keberhasilan upaya pemerintah dalam mengurangi beban lalu lintas jalan raya.
“Jika lebih banyak orang beralih ke kereta api, maka kemacetan di jalan raya bisa berkurang, terutama di momen-momen puncak seperti Lebaran. Ini adalah tren positif yang harus terus didukung,” ujarnya.
Dengan berakhirnya periode arus mudik dan arus balik Lebaran dalam beberapa hari ke depan, KAI Divre I Sumut berjanji akan terus meningkatkan pelayanan mereka agar dapat memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk perjalanan setelah masa angkutan Lebaran, KAI tetap mengimbau penumpang agar selalu mematuhi aturan yang berlaku dan menggunakan fasilitas yang disediakan dengan baik. Keamanan, ketertiban, serta kenyamanan dalam perjalanan tetap menjadi prioritas utama bagi KAI dalam melayani masyarakat.
Dengan tren peningkatan jumlah penumpang yang terus terjadi setiap tahunnya, KAI berencana untuk terus mengembangkan fasilitas serta meningkatkan kapasitas layanan guna mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat di masa mendatang.