
Medan — Penyebab ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kota Medan, dan menewaskan tiga orang mulai menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara menyimpulkan bahwa ledakan tersebut terjadi akibat akumulasi gas metana (CH4) yang bocor dan terperangkap di dalam bangunan, sebelum akhirnya tersulut api. Meski demikian, penyidik menegaskan proses investigasi belum sepenuhnya rampung.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan ilmiah Labfor telah memastikan adanya kandungan gas metana di lokasi kejadian yang menjadi pemicu ledakan.
“Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan adanya gas metana (CH4). Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi penyulutan yang mengakibatkan ledakan,” ujar Ferry dalam keterangan pers yang disampaikan Jumat (24/7/2026).
Menurut Ferry, temuan ilmiah tersebut menjadi dasar bagi penyidik untuk memperdalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, ia menegaskan polisi hingga kini belum dapat memastikan dari bagian mana gas tersebut keluar, karena proses pengujian terhadap keseluruhan jaringan pipa di lokasi masih terus berlangsung.
Untuk melacak sumber pasti kebocoran gas yang memicu akumulasi tersebut, tim gabungan dari kepolisian bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) hingga kini masih bekerja maraton melakukan uji kebocoran atau leak test terhadap jaringan pipa gas di sekitar lokasi kejadian.
“Kami belum bisa memastikan titik kebocorannya. Tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa agar diketahui secara ilmiah lokasi kebocoran yang menyebabkan akumulasi gas tersebut,” kata Ferry.
Kasubbid Fisika dan Komputer Forensik (Fiskom) Bidang Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, menjelaskan bahwa proses pengungkapan sumber kebocoran ini membutuhkan ketelitian tinggi karena instalasi pipa gas berada di dalam struktur bangunan itu sendiri.
“Pipa instalasi berada di dalam struktur bangunan, sehingga pemeriksaannya harus dilakukan secara bertahap. Setelah titik kebocoran ditemukan, baru dapat dipastikan bagaimana gas itu terakumulasi hingga memicu ledakan,” jelas Roy.
Kondisi ini membuat proses investigasi memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pemeriksaan pipa gas yang terpasang di permukaan, karena tim Labfor dan PGN harus memeriksa jalur pipa secara menyeluruh, bagian demi bagian, tanpa merusak struktur bangunan yang tersisa maupun mengganggu proses penyelidikan itu sendiri.
Sebagai langkah antisipasi selama proses investigasi berlangsung, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan masih menghentikan sementara penyaluran gas ke seluruh pelanggan di kawasan Grand Polonia. Kebijakan ini diambil demi mencegah risiko insiden serupa terulang, sekaligus memberi ruang bagi tim leak test untuk bekerja tanpa risiko tambahan dari aliran gas yang masih aktif di jaringan pipa.
Pihak PGN sendiri hingga kini menegaskan belum mengambil kesimpulan final mengenai sumber maupun penyebab pasti kebocoran, dan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian hingga proses uji kebocoran tuntas dilakukan di seluruh jaringan pipa yang terhubung ke lokasi kejadian.
Ledakan di Kompleks Grand Polonia ini terjadi pada Senin (20/7/2026) sore dan menghancurkan sebuah rumah bertingkat hingga rata dengan tanah, sekaligus merusak sejumlah rumah warga di sekitarnya. Peristiwa yang sempat memicu kepanikan warga dan sempat diduga sebagai ledakan bom ini menewaskan tiga orang, sementara empat orang lainnya berhasil selamat setelah dievakuasi tim SAR gabungan dalam operasi pencarian yang berlangsung selama dua hari hingga akhirnya resmi ditutup pada Selasa (21/7/2026) malam.
Dugaan awal penyebab ledakan sempat mengarah pada kebocoran pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah, sebelum akhirnya hasil pemeriksaan Labfor secara ilmiah memastikan bahwa akumulasi gas metana di dalam ruangan menjadi pemicu utama ledakan tersebut.
Polda Sumut menegaskan proses penyelidikan kasus ini masih terus berjalan dan belum dinyatakan tuntas. Setelah titik kebocoran berhasil ditemukan melalui rangkaian leak test yang tengah berlangsung, penyidik bersama tim Labfor dan PGN baru dapat menyimpulkan secara pasti bagaimana proses akumulasi gas metana tersebut terjadi hingga akhirnya memicu ledakan yang menewaskan tiga orang dan menghancurkan sebuah rumah mewah di kawasan tersebut.
