
Medan — Sebanyak 150 guru Sekolah Dasar (SD), baik dari sekolah negeri maupun swasta di Kota Medan, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Transformasi Berbasis Coding dan Artificial Intelligence (AI) dalam Konten Pembelajaran Jenjang SD Tahun 2026. Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Medan ini berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (10–11/8/2026), mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, Medan.
Bimtek ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SD, H. Mujiono, S.E. Dalam sambutan pembukaannya, Mujiono menekankan bahwa penguasaan teknologi digital, khususnya coding dan kecerdasan buatan, menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki para guru di era transformasi pendidikan saat ini, agar proses belajar mengajar di ruang kelas dapat terus relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini secara umum bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya coding dan AI, sebagai bagian dari proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Melalui Bimtek ini, para guru dibekali pemahaman mengenai konsep dasar coding dan AI, sekaligus cara mengintegrasikan keduanya ke dalam konten pembelajaran yang kreatif, inovatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik usia sekolah dasar.
Selain aspek teknis, Bimtek ini juga mendorong para guru agar mampu menggunakan teknologi AI secara efektif, etis, aman, dan bertanggung jawab dalam mendukung kegiatan belajar mengajar sehari-hari, mengingat penggunaan teknologi kecerdasan buatan di ruang kelas turut membawa sejumlah tantangan tersendiri, mulai dari batasan etika hingga keamanan data peserta didik.
Penerapan coding dalam pembelajaran diharapkan turut meningkatkan kemampuan berpikir komputasional serta keterampilan peserta didik dalam memecahkan berbagai persoalan secara logis dan terstruktur. Kemampuan berpikir komputasional ini dinilai menjadi salah satu keterampilan dasar yang semakin dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi tantangan di era digital, tidak hanya dalam bidang teknologi, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong terciptanya konten pembelajaran digital yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta mampu mengikuti perkembangan teknologi pendidikan yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Bimtek yang digelar Disdik Kota Medan ini sejalan dengan gerakan nasional yang tengah didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mengintegrasikan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ke dalam kurikulum pendidikan dasar. Materi coding dan AI ini umumnya diposisikan sebagai muatan yang memperkaya mata pelajaran Informatika maupun proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dengan pendekatan yang tetap dapat diterapkan meski di sekolah dengan keterbatasan fasilitas komputer, melalui berbagai aktivitas unplugged yang tidak sepenuhnya bergantung pada perangkat digital.
Sejumlah daerah lain di Indonesia turut menggelar bimtek serupa dalam beberapa waktu terakhir, sebagai bagian dari upaya bersama pemerintah pusat dan daerah mempersiapkan generasi murid yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami logika dasar di baliknya sejak usia sekolah dasar.
Dengan adanya Bimtek Transformasi Berbasis Coding dan AI ini, Disdik Kota Medan berharap para guru SD di Kota Medan semakin siap menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan dan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ke depan, keterampilan yang diperoleh para guru selama dua hari pelatihan ini diharapkan dapat langsung diterapkan di ruang-ruang kelas mereka masing-masing, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh peserta didik di berbagai sekolah dasar negeri maupun swasta di Kota Medan.
